Limbah Plastik, Ringan Namun Mematikan


Seperti yang kita ketahui bersama, penumpukan limbah plastik merupakan problem yang sudah lama terjadi di berbagai Negara, termasuk Indonesia. Penumpukan itu terjadi lantaran lamanya proses penguraian limbah anorganik ini oleh lingkungan. Tak seperti limbah organik yang dalam hitungan hari akan terurai, limbah plastik ini membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun. Oleh karenanya, limbah plastik inipun menjadi salah satu momok terbesar bagi kelestarian lingkungan.
Bayangkan saja, saat ini hampir semua perabotan rumah tangga dan berbagai macam benda yang kita gunakan sehari-hari terbuat dari plastik. Belum lagi penggunaan kantong plastik yang dianggap lebih praktis untuk mengemas barang dan belanjaan. Semua itu akan menghasilkan limbah plastik, bukan?
Misalnya dalam satu keluarga menghasilkan 1kg saja limbah per harinya. Maka dalam hitungan bulan bahkan tahun, limbah plastik yang dihasilkan sudah mampu mengisi bagian rumah mereka. Apalagi dengan keluarga-keluarga yang lain. Lalu, kemanakah perginya limbah plastik itu?
Tentunya semua limbah tersebut akan berakhir di TPA, Tempat Pembuangan Akhir. Namun sempatkah kalian berfikir bahwa setelah itu kemanakah limbah-limbah itu dibuang?
Nah, limbah-limbah tersebut nantinya akan diuraikan (untuk sampah organik) dan didaur ulang (untuk sampah anorganik). Bagaimana dengan si plastik? Untuk mengurangi penumpukan limbah plastik, ada beberapa cara yang sudah dilakukan. Seperti daur ulang menjadi benda siap pakai. Tapi tidak semua plastik terdaur ulang, ya. Oleh karenanya masih banyak limbah-limbah plastik yang menumpuk. Penguraian yang sangat lama mengakibatkan rusaknya ekosistem tanah sekitar tumpukan limbah plastik tersebut. Dampak lainnya adalah kotornya lingkungan oleh limbah plastik itu.
Saat ini negara kita belum bisa memecahkan problematika si limbah plastik ini. Namun, dalam kurun waktu beberapa bulan ini Negara Indonesia sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan gerakan anti kantong plastik untuk menekan jumlah limbah yang disebabkan oleh penggunaan kantong plastik. Gerakan tersebut sebenarnya sudah lebih dulu dilakukan oleh California, pada tahun 2015. Hasilnya cukup efektif untuk mengurangi limbah plastik di Negara itu.
Cara yang ditempuh oleh pemerintah kita saat ini antara lain dengan melakukan kampanye anti kantong plastik, membagi - bagikan kantong kertas dan tas belanja yang bisa digunakan berulang kali, serta menerapkan kantong plastik berbayar. Untuk kantong plastik berbayar ini sudah banyak diterapkan di wilayah - wilayah Indonesia.
Namun penerapan kantong plastik berbayar ini sepertinya kurang efisien. Karena banyak masyarakat yang belum mengetahui dan enggan untuk berepot-repot ria membawa tas belanjaan dari rumah. Mereka lebih memilih membeli kantong plastik seharga 200 rupiah itu saat berbelanja, baik di swalayan maupun mini market. Dalam hal ini pemerintah dituntut untuk lebih tegas dalam hal pelarangan penggunaan kantong plastik. Diantaranya mungkin dengan cara lebih menaikkan harga kantong plastik agar konsumen pun berfikir untuk menggunakan plastik sekali pakai ini. Selain itu pemerintah juga bisa membatasi produksi kantong plastik sekali pakai ini agar dapat mengontrol limbah plastik di negara kita.
Yang terpenting agar semua program tersebut dapat berjalan adalah dengan adanya kesadaran semua lapisan masyarakat akan bahaya limbah plastik yang suatu saat nanti akan menimbun wilayah negara kita apabila tidak dicegah sejak dini.

Yuk, jadi masyarakat yang sadar akan lingkungan, sadar akan bahaya yang akan datang.

Single, Pilihan atau Aib?


"Hari gini masih single? Duh ngenes bangeeeet."

Nah mungkin diantara kalian para jomblo-rs yang menyebut diri sebagai single *biarlebihkece* udah gak asing lagi sama pernyataan diatas. Menjadi seorang single itu sebenernya merupakan pilihan, bagi sebagian orang. Namun juga mungkin dianggap sebagai aib bagi yang merasa butuh banget 'punya pacar'. Untuk kamu yang memilih untuk menjadi single , mungkin kalimat - kalimat yang terlontar oleh lingkungan tentang single tidak banyak memberi pengaruh sama kamu. Nah gimana buat single yang lain? Waduh, I know what u feel dear. Karena aku juga sempat merasakannya *hihihi
Tapi kalian juga harus inget, gak selamanya jadi single itu musibah, loh.

Dear kamu, yang memilih menjadi single.

Bagi kamu yang emang udah memilih jalan sendiri, mungkin status single ataupun jomblo udah bukan merupakan sebuah momok yang menakutkan. Karena kamu menganggap bahwa status single itu tidak akan bertahan selamanya. Akan ada saat dimana kamu akan melepas status itu dengan cara kamu sendiri, mungkin dengan pernikahan atau apapun itu. Setidaknya cara yang kamu tempuh untuk melepas status itu lebih baik dan lebih menjamin dibanding hanya sekedar pacaran. Bukan berarti orang sepertimu tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, bahkan pacaran. Namun saat ini kamu memilih untuk tetap sendiri hingga saat itu tiba. Disaat seperti ini kamu lebih memilih untuk memantaskan dan memperbaiki diri. Kamu lebih memfokuskan diri dengan study atau kegiatan apapun itu yang positif. Itulah mengapa kamu bisa bertahan untuk tetap berada di lingkungan yang sering membully-mu sebagai seorang single.

Dear kamu, yang mengganggap single sebagai aib.

Mungkin kamu beranggapan bahwa menjadi seorang single itu merupakan sebuah aib, ataupun sesuatu yang rasanya enggan untuk kamu terima. Kamu selalu merasa terpojok saat lingkunganmu membahas tentang status. Entah status kamu para single, atau status mereka yang udah taken. Kamu berusaha menarik perhatian lawan jenis dengan berbagai macam cara, berusaha untuk tidak menyandang status single lagi. Namun sadarkah kalian bahwa single itu bukan aib? Bukan sebuah hal yang teramat memalukan. Tidak perlu kamu bersusah payah untuk melepas status itu. Apalagi dengan cara - cara yang justru akan membuat mereka berpikir bahwa kamu haus akan kasih sayang. Percayalah, akan ada seseorang yang akan memandangmu meskipun kamu tidak memunculkan diri. Dialah yang benar - benar akan memberikan kasih sayang yang tulus kepadamu. Lihatlah disekelilingmu, masih banyak hal yang bisa kamu lakukan. Bukan hanya sekedar memikirkan tentang status single-mu itu. Lihatlah mereka yang memilih untuk menjadi single, toh mereka juga bahagia bukan? Mereka tidak merasa terbebani oleh status itu, bukan?
Berusahalah untuk tidak memikirkannya, berusahalah untuk menikmatinya. Karena belum tentu saat kamu udah taken nanti, kamu akan bisa melakukan segala hal seperti saat kamu single saat ini.

So, nikmatilah apapun pilihan kalian saat ini. Karena kesempatan itu tidak berulang.


Move On? Siapa Takut!


Kamu baru putus? Atau udah lama putus? Oh belum sempet pacaran? Tapi udah sayang - sayangan? Terjebak friendzone atau kakak-adik zone atau zone - zone yang lain? Capek gak sih gitu mulu? Sayang sama orang yang udah gak sayang bahkan sama sekali gak pernah ngelirik kita. Duhhh ngenes banget yaaaa u,u

Pengen gak sih keluar dari situasi seperti itu? Aku percaya kok kamu pasti pernah nyoba buat keluar, tapi mungkin masih agak gagal.
Agak gagal? Iya, kadang - kadang masih rada baper bin nyesek kalo tiba - tiba diingetin sama si doi. Iya kan?
Nih aku kasih tips n' trick buat Move On dari situasi seperti itu.

1. Niat

Semua itu bergantung sama niat. Setuju? Kalo kamu ingin memulai melakukan sesuatu, pastikan niatnya terlebih dahulu. Seperti sekarang ini, niatkan di dalam hati kalo kamu bener - bener pengen Move On dari si doi. Usahakan niat ini terjaga dan jangan sampai putus ditengah jalan. Niat ini akan ngebantu semua usaha kamu buat Move On. Pokoknya niat, ya!

2. Dibiasakan, bukan Dilupakan

Banyak yang salah tentang teori melupakan doi nih. Kalau kamu pengen Move On, jangan sekali - sekali kamu coba buat ngelupain doi. Kenapa? Karena semakin kamu berusaha untuk melupakan sesuatu, maka kamu bakalan selalu inget dan sulit untuk lepas dari sesuatu itu. Lalu bagaimana? Cara yang tepat adalah dengan membiasakan diri.
Biasakan diri kamu dilingkungan baru tanpa doi. Biasakan diri kamu melakukan segalanya tanpa doi. Toh sebelum ketemu sama si doi, kamu ngelakuinnya sendiri kan?

3. Kontrol Emosi dan Perasaan

Menurut aku pribadi, ini merupakan hal yang penting namun sulit dijalani. Mengontrol emosi sekaligus perasaan. Mengapa? Karena saat kita marah ataupun senang, perasaan kita akan menyelaraskan diri dengan emosi kita. Kamu pasti pernah marah sama orang terus tanpa disadari kalian jadi benci sama orang itu. Nah itu merupakan akibat dari emosi dan perasaan yang tidak terkontrol. Boleh saja kita marah, namun jangan sampai membenci sesuatu. Hal ini teramat diperlukan apalagi bagi kamu yang *masih* baru putus atau pendatang baru Move On.
Karena kalian pasti akan menghadapi fase dimana kamu masih sering disangkut-pautkan sama doi. Dan ini pasti terjadi apalagi kalo kamu sama doi punya lingkungan yang sama, misalnya satu sekolahan, satu kampus, atau satu kampung. Nah pada saat mengalami fase itu, kamu harus tetep 'stay calm'. Dan yang penting gak usah baper dan inget - inget masa lalu deh! Cukup kalian dengerin, terus senyumin, dan yaudah. Lama kelamaan mereka juga bakalan sadar dan tahu kalau kamu sama doi emang udah gak ada apa - apa lagi.

4. Jangan Lupakan Kenangan

Loh? Kenapa? Karena kenangan itu hanya terjadi sekali seumur hidup, guys. Kenangan juga merupakan salah satu hal yang penting dihidup kita. Boleh saja kamu ingin melupakan seseorang, tapi tidak dengan kenangannya. Untuk saat ini, kamu hanya harus menyimpan semua kenangan itu pada tempatnya. Suatu saat nanti saat keadaan sudah benar - benar berubah, kenangan itu yang akan mengingatkan kamu tentang satu dari berjuta memori yang pernah ada di dalam hidupmu. Kenangan itu gak pernah bisa mati, lho!

5. Jadikan Mantan Sebagai Teman, BUKAN Musuh!

Ini banyak terjadi disekitar kita. Abis sayang - sayangan pas putus saling maki. Yaampuuuun gak banget deh! Sebelum kamu sama si doi sayang - sayangan, kan kalian berdua temenan. Jadi pas abis putus harusnya jadi temen lagi dong. Kamu harus bisa bersikap dewasa dengan tidak membenci dan menghindari dia yang mungkin pernah menyakitimu. Setidaknya tanamkan dalam hatimu kalo punya banyak temen lebih asik dibandingkan nambah musuh, bukan?

6. Mulai dengan Orang Baru

Mulai disini bukan berarti kamu harus sayang - sayangan lagi sama orang baru ya. Maksudnya, kamu harus mulai bergaul dan membuka hati dengan orang - orang yang ada di sekitarmu. Mungkin *dulu* saat kamu masih jadi galau-ers dan belum bisa Move On, kamu gak terlalu peduli dan bersikap acuh sama sekitar. Nah ini saatnya untuk mencoba berkenalan lagi sama mereka. Cobalah hal baru dengan orang baru. Dengan begitu kamu gak bakalan lagi tuh inget apalagi galau sama si doi yang dulu. Lingkunganmu juga udah gak bakal peduli lagi sama apa yang pernah terjadi sama kamu dan doi.

Open your mind, guys! Karena hidup bukan hanya tentang dia!
"Move On-lah sebelum Move On itu kena pajak."