Tampilkan postingan dengan label uncategorized. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uncategorized. Tampilkan semua postingan

Kelebihan & Kekurangan "PTN vs PTK"

PTN vs PTK



Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi mungkin menjadi pilihan banyak orang, terutama kalian yang akan lulus dari Sekolah Menengah Atas. Mungkin banyak diantara kalian yang hingga saat ini masih bingung dan galau untuk memutuskan dimana akan melanjutkan kuliahnya.
Tak hanya Perguruan Tinggi Negeri, saat ini banyak juga Perguruan Tinggi Kedinasan yang menjadi primadona karena para lulusannya yang terjamin pekerjaannya.
Bagi kalian yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan, aku bakal ngeshare apa aja kelebihan dan kekurangan dari PTN dan PTK di Indonesia.

Perguruan Tinggi Negeri
Seperti namanya, PTN ini memang yang paling umum dan dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat. Banyak PTN yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia, yang juga menjadi favorit para pelajar yang hendak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.Perguruan tinggi negeri ini umumnya memiliki lebih dari satu Fakultas dengan banyak program studi/ jurusan. Lantas, apa saja kelebihan dan kekurangan PTN?

Kelebihan

  • Banyak Pilihan 
Seperti yang sudah diketahui, bahwa di Indonesia sendiri memiliki banyak Perguruan Tinggi Negeri yang bisa kalian pilih. Mulai dari yang biasa aja hingga yang menjadi "Primadona" oleh hampir sebagian masyarakat Indonesia. Mau yang di daerah sendiri atau bahkan yang harus menyeberang pulau pun siap menampung kalian!
  • Lintas Jurusan (?)
Bagi kalian yang hendak melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri, kalian tentunya memiliki banyak pilihan jurusan yang bisa kalian ambil. Berbagai jurusan yang tentunya sesuai dengan minat serta bakat kalian. Tentunya kalian juga bisa mengambil program studi yang sebenarnya tidak sesuai atau menyimpang dari jurusan kalian sewaktu SMA. Misalnya saat duduk di bangku SMA kalian mengambil jurusan IPA, namun saat kuliah kalian juga bisa mengambil jurusan yang dominan IPS, seperti Akuntansi atau bahkan Hubungan Internasional.

  • No Uniform
Yash! Siapa yang waktu masih SMA pengen cepet - cepet kuliah biar ga pake seragam lagi? Yang pengen sekolah tapi pake baju cantik - cantik biar stylish? Hahaha 
Nah, di bangku perguruan tinggi, memang tidak ada aturan untuk mengenakan seragam tertentu seperti saat kita bersekolah di tingkat sekolah dasar hingga menengah atas. Inilah yang menjadikan para siswa SMA ingin buru - buru masuk perguruan tinggi. Tak jarang, saat ngampus juga dijadikan ajang pamer fashion bagi sebagian mahasiswa.

  • Kuliah - Libur - Kuliah - Libur
Hari ini kuliah, besok libur. Besoknya kuliah, besoknya libur lagi. Meskipun tidak sepenuhnya seperti ini, namun sekolahnya mahasiswa memang tidak terjadwal. Tidak seperti saat SMA yang selalu terjadwal dan tepat waktu, justru pembelajaran di perguruan tinggi ini lebih fleksible. Bukan berarti tidak terjadwal, namun jadwalnya yang mudah berubah tergantung dosen muehehe
Enak, sih. Gak melulu masuk dari Senin sampe Sabtu.

Kekurangan

  • Harus Cari Kerja
Meskipun saat ini banyak lulusan PTN yang langsung mendapatkan pekerjaan, namun tak dapat dipungkiri bahwa masih banyak lulusan perguruan tinggi yang harus mencari pekerjaan setelah mendapat gelar Sarjana. Belum lagi saat ini di Indonesia lapangan pekerjaan lebih sedikit dibanding para pencari kerja, yang mengakibatkan maraknya Sarjana yang masih menganggur.

  • Biaya Kuliah yang "Lumayan"
Ini merupakan salah satu alasan banyak dari mereka yang enggan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Biaya yang lumayan banyak yang harus dikeluarkan demi menggenggam gelar sarjana. Belum lagi bagi kalian yang ingin mengambil jurusan - jurusan 'elit', pastinya harus lebih banyak mengeluarkan budget.

  • Budak Fashion
Terutama bagi para cewek nih! Seperti yang diketahui bahwa saat kuliah tidak ada peraturan yang mengikat mengenai seragam atau pakaian yang digunakan saat kuliah. Hal ini juga menyebabkan adanya keinginan untuk selalu mengikuti trend fashion yang ada. Bagimana tidak, saat kalian kuliah, tentunya pada hari berikutnya enggan menggunakan baju yang sama dengan kemarin bukan? Belum lagi saat temen - temen menggunakan tas branded yang lagi hitz. Mending kalau udah bisa beli sendiri. Nah ini? Duh.

  • Kesenjangan Sosial
Ini merupakan hal yang pasti ditemui di seluruh kehidupan kampus. Yap! Kesenjangan ini tentunya akan muncul karena tidak semua mahasiswa yang berkuliah di suatu tempat memiliki status serta latarbelakang sosial yang sama. Bagi para mahasiswa tingkat menengah keatas, mungkin akan memiliki komplotannya sendiri dengan gaya mereka sendiri. Sedangkan bagi mereka yang kuliah dengan biaya pas-pasan, belum lagi bagi mereka yang hanyak mengandalkan beasiswa? Akan menjadi kaum terbawah yang sulit menggapai pergaulan para kelas atas. Meskipun tidak semuanya, ya.


Perguruan Tinggi Kedinasan
Apasih Perguruan Tinggi Kedinasan itu? Nah bagi kalian yang belum tau apa itu PTK, nih aku kasih tau. PTK atau Perguruan Tinggi Kedinasan merupakan jenjang pendidikan setelah SMA yang setara dengan PTN yang memiliki sistem Ikatan Dinas. Adapun sistem Ikatan Dinas ini merupakan suatu sistem yang menjamin para lulusannya mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang yang diambilnya serta departemen yang menaunginya. Contohnya seperti STPI(Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia) dibawah Kementrian Perhubungan, STMKG (Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) dibawah BMKG yang lulusannya langsung dipekerjakan di departemennya.
So, apa aja kekurangan dan kelebihannya?

Kelebihan

  • Langsung Kerja
Yap! Lulusan PTK itu emang udah terjamin pekerjaannya, loh. Ga perlu masukin lamaran kemana-mana deh. Hal ini yang saat ini menjadi pemikat para fresh graduate untuk melanjutkan pendidikannya tanpa harus khawatir dengan apa yang harus dilakukannya setelah lulus kuliah. 

  • Biaya Kuliah yang GRATIS
Udah lulus langsung dapet kerja, eh kuliahnya GRATIS. Duh! Idaman para emak-emak nih hihihi
Meskipun tidak sepenuhnya gratis, namun di beberapa PTK tidak membebankan biaya perkuliahan kepada para mahasiswanya. Biayanya hanya sebatas biaya pendaftaran masuk dan seragam, loh.

  • Sitem Semi-Militer & Seragam yang Keren
Ini dia yang menjadi pemikat selanjutnya! Meskipun namanya seragam, namun seragamnya beda sama pas SMA, lho. Perguruan Tinggi Kedinasan memang cenderung menganut sistem semi militer dalam mendidik para tarunanya. Loh, taruna? Iya. Taruna dan taruni merupakan sebutan bagi mereka yang bersekolah di sekolah Kedinasan. Jadi bukan mahasiswa lagi deh. Dengan sistem 'semi-militer' ini, mereka wajib berseragam saat hendak kuliah. Seragam dengan tambahan evolet serta embel-embelnya yang lain, membuat para taruna dan taruni ini terlihat berwibawa dan gagah dong tentunya. Ohya, jangan takut dengan sistem 'semi-militer'nya ya. Karena semua yang digunakan untuk mendidik sudah ada aturannya. Sistem ini membantu kita untuk lebih disiplin dan teratur.

  • No Kesenjangan Sosial!
Pastinya dong. Kenapa? Karena dari pakaian aja udah diatur. Jadi ga mungkin ada yang beda, kan? Belum lagi sistem'semi-militer' yang sedikit membatasi para taruna dan taruni nya untuk bersolek dan bergaya saat ke kampus. Semuanya harus mengikuti aturan, loh. Ga bisa pamer jam mahal sama tas deh.

  • Rasa Solidaritas dan Kekeluargaan
Hampir semua sekolah Ikatan Dinas memang biasanya berada di kota-kota besar. Sedangkan para taruna dan taruninya sebagian besar merupakan para perantau dari berbagai daerah di Indonesia. Hal ini yang menyebabkan mereka memiliki solidaritas yang tinggi, sebab mereka terbiasa berbaur dengan orang yang memiliki perbedaan baik ras, suku, dan agama. Selain itu, timbul juga rasa kekeluargaan yang erat karena mereka sama-sama merantau meninggalkan keluarga demi menggapai masa depan. Saling membantu, serta menopang saat ada yang jatuh merupakan sesuatu yang biasa dilakukan.

Kekurangan

  • Kuliah yang Terjadwal
Para taruna Ikatan Dinas ini memang memiliki jadwal kuliah yang terjadwal seperti saat SMA. Hal ini membuat waktu 'main-main' kalian jadi lebih singkat. Liburnya cuma saat weekend aja.

  • Sistem Asrama
Memang tidak semua PTK menyediakan asrama bagi para tarunanya, namun untuk beberapa PTK yang menyediakan asrama mungkin memiliki beberapa aturan - aturan lain yang harus ditaati. Bagi mereka yang pernah merasakan suasana asrama, pasti tau dong gimana di dalemnya. Yes, singkatnya ruang gerak kita pasti terbatas banget. Apalagi buat kalian para anak gaul yang doyan hangout tiap malem, duh jangan harap bisa hangout tiap malem lagi deh. 


Nah itu tadi beberapa ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan PTN dan PTK di Indonesia. Keduanya sama-sama baik kok. Intinya, pertimbangkan sebelum memilih. Jangan sampai nyesel saat udah dijalani ya.
"Jadi kamu mau dipanggil Mahasiswa atau Taruna nih?"

#Just A Part of My Life: "Hey, I Miss You!"



Bukan perpisahan namanya bila masih saling mendamba. Bukan perpisahan namanya bila masih saling merindu.
Aku dan kamu, bahkan mereka tahu betul akan kedua hal itu. Sesuatu yang dianggap wajar bahkan lumrah bagi segelintir orang, namun tidak bagiku.
Memang benar, setiap pertemuan selalu membuahkan sebuah perpisahan. Entah perpisahan yang manis atau tidak, perpisahan atas dasar ingin bahkan terpaksa. Semua itu pilihan dengan takdir di dalamnya.
Namun, berpisah bukan berarti tak saling kenal lagi. Berpisah pun tak harus tanpa kata, bukan?
Tak ada perpisahan yang tak melibatkan air mata, memang. Perpisahan yang baik ataupun tidak, keduanya menggunakan air mata untuk membasuhnya. Hanya berbeda pada emosi yang digunakan.
Aku, mungkin bukan satu - satunya orang yang sempat mencicipinya. Merasakan pahitnya sebuah kehilangan karena adanya perpisahan. Perpisahan yang tak di-ingin-kan. Perpisahan yang tak diduga sebelumnya. Belum jauh memang, aku memulai bersamanya. Namun, batinku sudah terlampau jauh untuk sekedar mencintainya. Hingga akhirnya akupun sadar, dia menginginkannya. Menginginkan sebuah perpisahan, yang entah apa sebabnya.
Tak apa, aku tak keberatan. Toh aku dan kamu belum menjadi kita

, bukan? Silahkan pergi, bila berkenan. Aku tak apa.
Mungkin aku terkesan naif, bahkan tak logis. Ya, aku memang tak ingin berfikir lebih dalam lagi. Biar saja tak logis. Biar saja dibilang naif. Aku hanya ingin meng-iya-kan segalanya. Segala hal yang tak mungkin dipungkiri lebih jauh lagi. 
Aku tak pernah menyesali segala bentuk pertemuan yang terjadi di hidupku. Toh, semua itu tejadi diluar kehendakku. Termasuk bertemu denganmu. Aku tak pernah menyesal, bahkan aku bersyukur. Karenamu, aku menambah satu lagi pelajaran di lembaran hidupku. Karenamu, aku diberikan kesempatan untuk merasakan bahagia. Dan karenamu, aku mengerti rasanya patah hati yang sebenarnya.
Pernah terbesit untuk membenci. Membenci dirimu dengan segala kenangan tentangmu. Namun, apakah benci dapat menghapus segala luka yang ada dihati? Bukankah benci hanya akan menambah duka? Bila benci dapat menutup kembali luka yang kau torehkan, mungkin akan ku pertimbangkan untuk membencimu. Bila benci dapat membawamu kembali seperti dulu mungkin akan ku benci segala hal yang telah memisahkanmu denganku.
Namun, aku tahu benci tak akan melakukannya. Tak akan ada senyum setelah kebencian itu hadir. Aku hanya mencoba tersenyum, bukan membenci. Hanya mencoba mengabaikan, bukan melupakan.
Mencoba mengubur benci di dalam senyuman. Mencoba menyingkirkanmu dari dalam anganku. Meski hingga detik ini, aku masih merindukanmu.

#Just A Part of My Life: "LDR"


Perbedaan itu memang indah, apabila tepat pada tempatnya. Namun seringkali perbedaan itu menjadi sebuah bom waktu yang dapat meledak kapanpun dan tentunya dapat sangat merugikan. Contohnya kalian yang saat ini sedang menjalani LDR. Long Distance Relationship? Bukan. Melainkan Long Distance Religion. Tak bisa kita pungkiri bahwa fenomena LDR yang satu ini memang banyak terjadi di sekitar kita, atau bahkan pernah terjadi pada diri kita sendiri. 
Tipe LDR ini biasanya terjadi pada mereka yang hidup di lingkungan yang memang terdiri dari beragam suku dan budaya. Untuk mereka yang sedang kasmaran a.k.a falling in love, mungkin sebuah perbedaan seperti ini bukanlah sebuah masalah ataupun penghalang bagi mereka. Mereka akan tetap melanjutkan apa yang telah mereka mulai dari awal. Namun bagi mereka yang memang mungkin sudah punya prinsip sendiri, perbedaan semacam ini akan menjadi sesuatu yang sangat diperhatikan. Sudah bukan menjadi sebuah rahasia kalau beberapa perbedaan ter"amat" menjadi sebuah perhitungan bagi sebagian orang untuk menjalin sebuah hubungan. Hal yang paling umum dan banyak diwaspadai adalah perbedaan agama dan juga suku. Biasanya kedua syarat ini diberikan oleh orang tua kepada anaknya yang telah beranjak remaja.
Orang tua selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, tentu. Namun terkadang kita sebagai anakpun sering merasa bahwa pilihan kita yang terbaik, toh kita juga yang akan menjalaninya.
Bagi kalian yang saat ini belum atau berencana untuk menjalin hubungan beda agama, sepertinya harus kalian pikir dan pertimbangkan sebaik-baiknya. Jatuh cinta boleh saja, namun gunakan logika kalian untuk berfikir, bukan hanya memikirkan diri kalian, namun juga orang disekitar kalian. Orangtua yang selama ini merawat kalian, apakah mereka akan setuju atau tidak. Tak ada salahnya kita sharing sama mereka, kan?
Mungkin diantara kalian juga ada yang berfikiran "ah ini kan masih pacaran, belum nikah." Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Sudah banyak kasus bunuh diri yang diakibatkan karena tidak direstui, lho. 
Melepaskan orang yang kita sayang begitu saja mungkin memang akan menyakitkan. Namun lebih menyakitkan lagi apabila kalian harus  terus menjalani hari dengan orang yang tidak mungkin bisa kalian miliki seutuhnya.
Dan untuk kalian yang sudah bertekad ingin terus melanjutkan hubungan LDR kalian, pastikan kalian telah memikirkan akibat yang akan terjadi serta cobalah memberi tahu orangtua kalian. Siapa tau jadi legal, lebih enak kan? Banyak juga hubungan LDR yang mendapat restu, lho:)
Ini hanya sekedar sharing, jangan diambil hati apabila memang tidak berguna.
Intinya apapun kepercayaan kalian, itu lebih penting dari segalanya. 
Perbedaan itu akan tetap indah, apabila sesuai dengan porsinya masing-masing!^^

Belanja Online? Mudah, kok!


Saat ini banyak sekali masyarakat yang lebih menyukai segala sesuatu yang serba praktis dan instan. Seperti makanan instan dan juga belanja online. Tak salah memang, apalagi di era globalisasi seperti ini hampir setiap orang memiliki mobilitas yang tinggi. Bukan hanya pria, namun sama halnya dengan para wanita. Mereka lebih suka mengerjakan apapun melalui komputer dan smartphone karena dianggap mudah dan praktis. Tak perlu repot - repot dan juga dapat menghemat waktu serta tenaga. 
Hal ini pula yang mendorong banyaknya Online Shop bermunculan bak lalat di musim buah.
Banyak juga, lho restaurant dan juga cafe yang menyediakan jasa delivery order yang tentunya lebih disukai mereka yang ingin makan enak tanpa keluar dari rumah.
Sangat banyak masyarakat yang gemar melakukan belanja online, namun masih banyak juga yang ragu bahkan takut untuk belanja online. Alasannya hampir sama, yaitu takut kena tipu, atau takut barangnya tidak sesuai dengan apa yang dilihat di foto. Nah, kali ini aku akan ngasih beberapa tips bagi kalian yang ingin belanja secara online^^

1. Tentukan Barang Yang Akan Di Beli
Hal pertama yang harus kalian lakukan adalah menentukan barang apa yang ingin kalian beli. Ini sangat penting, agar kalian tidak bingung saat memilih toko online yang akan kalian kunjungi. Selain itu, kalau kalian tidak tahu apa yang ingin dibeli, ngapain mau belanja?

2. Pilih Toko Online
Nah setelah menentukan barang yang ingin dibeli, sekarang kalian tentukan toko online yang akan kalian kunjungi. Untuk menentukannya, sebaiknya kalian cari yang sesuai dengan kebutuhan kalian. Misalnya kalian mau beli sepatu, maka carilah online shop yang menjual sepatu, bukan tas. Itu akan lebih memudahkan kalian untuk mencari sesuatu yang ingin kalian beli tanpa melirik barang lain.

3. Kunjungi Situs Online Terpercaya
Untuk menghindari segala bentuk penipuan dan demi keamanan tentunya, sebaiknya pilih situs online ataupun online shop yang sudah terkenal. Banyak sekali online shop yang sudah terkenal di Indonesia, seperti O*x.com, La*ada, bu*ala*ak, tok*ped*a, dll. Situs - situs tersebut terpercaya karena sudah banyak memiliki pembeli dan juga biasanya lebih lengkap. Untuk kalian yang ingin berbelanja via instagram ataupun sosial media yang lain, sebaiknya lihat apakah akun itu banyak memiliki followers atau tidak. Kenapa? Karena biasanya akun dengan banyak followers sudah terpercaya. Selain itu, lihat berpa banyak testimonial dan juga review tentang produk yang dijual akun tersebut. Ini dapat membantu kalian juga agar tidak tertipu oleh online shop nakal.

4. Perhatikan Detil Barang Sebelum Membeli
Hal ini sering dilupakan oleh mereka yang sering berbelanja online. Biasanya saat belanja secara online, mereka hanya melihat foto barangnya saja tanpa memperhatikan atau membaca detil keterangan yang ada. Akibatnya tak jarang barang yang sampai ke tangan mereka tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tentunya kalian tidak ingin hal itu terjadi, kan? Oleh karenanya, sebaiknya perhatikan detil keterangan barang yang akan kalian beli. Detil barang biasanya ada di gambar, maupun di bawah gambar. Pada online shop di instagram biasanya terdapat pada captionnya. Apabila ada hal - hal yang dirasa kurang jelas, jangan malas bertanya pada sellernya. Agar barang yang kalian beli sesuai dengan yang diinginkan.

5. Review dan Testi
Tak ada salahnya nge-stalk Review dan juga Testimonial online shop tersebut. Selain untuk mengantisipasi tindak penipuan, hal ini juga bisa digunakan untuk mengetahui kondisi barang yang akan dibeli. Biasanya testi dari customer lain juga melampirkan foto asli dari produk itu. Jadi kita bisa melihat apakah barang itu aslinya bagus atau tidak untuk kita.

6. Minta Resi Pengiriman
Setelah memilih barang yang akan dibeli, biasanya seller akan memberikan format order yang harus kalian isi. Setelah mengirim format order, selanjutnya kalian akan diberikan nomer rekening beserta sejumlah harga yang harus kalian transfer. Kalian juga harus mengirimkan bukti transfer serta mengkonfirmasi bahwa kalian sudah melakukan transfer uang ke rekening tersebut.
Terakhir, pastikan kalian meminta resi pengiriman barang kalian kepada seller. Kenapa? Karena nomer resi itu bisa kalian gunakan untuk melacak keberadaan barang kalian apabila belum tiba sesuai dengan waktu yang ditentukan.

So, mudah bukan? Yuk, JANGAN TAKUT belanja online^^


PS: AWAS KALAP BELANJA, YA!^^

Sang Perantau Muda



Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, biasanya kalian bakalan dihadapi oleh dua pilihan. Yang pertama adalah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi dan yang kedua adalah mulai mencari pekerjaan. Tak dapat dipungkiri lagi bila saat ini banyak diantara kita yang lebih memilih untuk langsung mencari pekerjaan selepas lulus sekolah. Biasanya mereka yang memilih langsung bekerja memiliki beberapa alasan, diantaranya tidak ingin merepotkan orang tua lebih lama lagi. Selain itu, orang yang lebih memilih bekerja setelah lulus biasanya merupakan orang dari golongan keluarga sederhana. Akan tetapi banyak juga mereka yang berasal dari keluarga berada yang enggan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena tidak ingin memusingkan diri dengan semua pembelajaran formatif seperti di sekolah. Mereka lebih memilih utnuk membuka usaha sendiri yang sesuai dengan minat mereka.
Namun masih banyak juga yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dengan harapan akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dikemudian hari. Mereka rela mencoba mengikuti segala macam seleksi di perguruan tinggi manapun yang sesuai dengan jurusan yang dikehendakinya. Tak jarang mereka  memilih untuk kuliah di tempat yang jauh dari rumah, bahkan kampung halamannya. Hingga pada akhirnya mereka diterima di salah satu perguruan tinggi yang menjadi pilihannya. Dengan senang hati merekapun mulai beranjak pergi meninggalkan rumah, tanpa menghiraukan berapa jarak yang akan mereka datangi. Tak terasa, memang. Saat kita merasa bahagia, apapun masalah bahkan rintangan bagaikan angin yang berlalu tanpa menampakkan wujudnya.

Sang perantau muda.
Yang mulai keluar dari zona amannyaa. Yang mulai berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu daerah ke daerah lain. Mulai berkenalan dengan lingkungan dan budaya baru, yang bahkan belum pernah mereka temui sebelumnya. Rela jauh dari orang tua bahkan sanak keluarga dan kawannya demi menggapai cita-citanya.

Sang perantau muda. 
Mulai berkawan dengan orang dan kondisi yang baru. Mulai memasuki dunia luar yang bahkan tak pernah mereka duga sebelumnya. Hari demi hari berlalu. Satu bulan, masih biasa saja. Berkenalan dengan teman baru, mulai menjalani kehidupan di kampus yang baru. Dua bulan. Tak banyak kendala yang berarti. Masih dengan suasana hati yang sama, gembira bahkan bangga karena bisa hidup jauh tanpa orang tua. Bangga karena bisa bercerita dengan kawan lama tentang Kota yang baru saja ditinggalinya. 
Tiga Bulan. Perasaan cemas, bahagia? Tidak. Biasa saja. Mulai bosan dan lelah melakukan segala pekerjaan seorang diri. Mulai merindukan masakan sang ibunda, masakan yang berasal dari dapur rumah. Cerita tentang kota baru sudah mulai tak berarti lagi. Lingkungan baru sudah tak baru lagi. Semuanya berjalan normal, namun tidak dengan hatinya. Homesick mulai menyerang, tak satupun yang peduli. Mereka mulai mencemaskan betapa jauhnya rumah dari sini. Betapa sulitnya bila ingin bertemu dengan sanak keluarga. Jauh dari rumah, baru kini mereka sadari. Tak ada gunanya euphoria perantauan yang pada awalnya sangat mereka banggakan.

Sang perantau muda. 
Mulai mencari jati dirinya. Mencoba mengendalikan rasa rindu yang bahkan tak terbendung. Tangisan tak tertahankan, hanya bisa mengalir tanpa suara. Disinilah mereka, mulai mencoba membuka mata untuk kehidupan barunya. Tanpa orang tua, bahkan sanak keluarga. Tetangga, kawan, bahkan tukang bubur jadi keluarganya. 

Sang perantau muda. 
Saling menjaga, satu dengan lainnya. Saling membantu, membagi kasih.
Tidakkah kalian pikir, menjadi perantau itu bahagia? Ya, bahagia sekali. Bertemu dengan orang baru dan masalah baru.
Tidakkah kalian pikir, menjadi perantau itu menyedihkan? Ya, tentu. Sedih ketika rindu dengan orang tua, bahkan sedih ketika harus meninggalkan keluarga di perantauan.

Apa kalian pikir, kalian akan selalu bahagia bila terus dekat dengan orang tua? Dekat dengan orang tersayang? 
Merantaulah. Saat bertemu selepas dari perantauan, kalian akan merasakan rasa bahagia yang sesungguhnya.
Merantaulah. Agar kalian tahu rasanya melepas rindu yang telah lama tertahankan.
Merantaulah. Agar kelak kalian tahu betapa berharganya sang waktu.

Limbah Plastik, Ringan Namun Mematikan


Seperti yang kita ketahui bersama, penumpukan limbah plastik merupakan problem yang sudah lama terjadi di berbagai Negara, termasuk Indonesia. Penumpukan itu terjadi lantaran lamanya proses penguraian limbah anorganik ini oleh lingkungan. Tak seperti limbah organik yang dalam hitungan hari akan terurai, limbah plastik ini membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun. Oleh karenanya, limbah plastik inipun menjadi salah satu momok terbesar bagi kelestarian lingkungan.
Bayangkan saja, saat ini hampir semua perabotan rumah tangga dan berbagai macam benda yang kita gunakan sehari-hari terbuat dari plastik. Belum lagi penggunaan kantong plastik yang dianggap lebih praktis untuk mengemas barang dan belanjaan. Semua itu akan menghasilkan limbah plastik, bukan?
Misalnya dalam satu keluarga menghasilkan 1kg saja limbah per harinya. Maka dalam hitungan bulan bahkan tahun, limbah plastik yang dihasilkan sudah mampu mengisi bagian rumah mereka. Apalagi dengan keluarga-keluarga yang lain. Lalu, kemanakah perginya limbah plastik itu?
Tentunya semua limbah tersebut akan berakhir di TPA, Tempat Pembuangan Akhir. Namun sempatkah kalian berfikir bahwa setelah itu kemanakah limbah-limbah itu dibuang?
Nah, limbah-limbah tersebut nantinya akan diuraikan (untuk sampah organik) dan didaur ulang (untuk sampah anorganik). Bagaimana dengan si plastik? Untuk mengurangi penumpukan limbah plastik, ada beberapa cara yang sudah dilakukan. Seperti daur ulang menjadi benda siap pakai. Tapi tidak semua plastik terdaur ulang, ya. Oleh karenanya masih banyak limbah-limbah plastik yang menumpuk. Penguraian yang sangat lama mengakibatkan rusaknya ekosistem tanah sekitar tumpukan limbah plastik tersebut. Dampak lainnya adalah kotornya lingkungan oleh limbah plastik itu.
Saat ini negara kita belum bisa memecahkan problematika si limbah plastik ini. Namun, dalam kurun waktu beberapa bulan ini Negara Indonesia sedang gencar-gencarnya mengkampanyekan gerakan anti kantong plastik untuk menekan jumlah limbah yang disebabkan oleh penggunaan kantong plastik. Gerakan tersebut sebenarnya sudah lebih dulu dilakukan oleh California, pada tahun 2015. Hasilnya cukup efektif untuk mengurangi limbah plastik di Negara itu.
Cara yang ditempuh oleh pemerintah kita saat ini antara lain dengan melakukan kampanye anti kantong plastik, membagi - bagikan kantong kertas dan tas belanja yang bisa digunakan berulang kali, serta menerapkan kantong plastik berbayar. Untuk kantong plastik berbayar ini sudah banyak diterapkan di wilayah - wilayah Indonesia.
Namun penerapan kantong plastik berbayar ini sepertinya kurang efisien. Karena banyak masyarakat yang belum mengetahui dan enggan untuk berepot-repot ria membawa tas belanjaan dari rumah. Mereka lebih memilih membeli kantong plastik seharga 200 rupiah itu saat berbelanja, baik di swalayan maupun mini market. Dalam hal ini pemerintah dituntut untuk lebih tegas dalam hal pelarangan penggunaan kantong plastik. Diantaranya mungkin dengan cara lebih menaikkan harga kantong plastik agar konsumen pun berfikir untuk menggunakan plastik sekali pakai ini. Selain itu pemerintah juga bisa membatasi produksi kantong plastik sekali pakai ini agar dapat mengontrol limbah plastik di negara kita.
Yang terpenting agar semua program tersebut dapat berjalan adalah dengan adanya kesadaran semua lapisan masyarakat akan bahaya limbah plastik yang suatu saat nanti akan menimbun wilayah negara kita apabila tidak dicegah sejak dini.

Yuk, jadi masyarakat yang sadar akan lingkungan, sadar akan bahaya yang akan datang.

Single, Pilihan atau Aib?


"Hari gini masih single? Duh ngenes bangeeeet."

Nah mungkin diantara kalian para jomblo-rs yang menyebut diri sebagai single *biarlebihkece* udah gak asing lagi sama pernyataan diatas. Menjadi seorang single itu sebenernya merupakan pilihan, bagi sebagian orang. Namun juga mungkin dianggap sebagai aib bagi yang merasa butuh banget 'punya pacar'. Untuk kamu yang memilih untuk menjadi single , mungkin kalimat - kalimat yang terlontar oleh lingkungan tentang single tidak banyak memberi pengaruh sama kamu. Nah gimana buat single yang lain? Waduh, I know what u feel dear. Karena aku juga sempat merasakannya *hihihi
Tapi kalian juga harus inget, gak selamanya jadi single itu musibah, loh.

Dear kamu, yang memilih menjadi single.

Bagi kamu yang emang udah memilih jalan sendiri, mungkin status single ataupun jomblo udah bukan merupakan sebuah momok yang menakutkan. Karena kamu menganggap bahwa status single itu tidak akan bertahan selamanya. Akan ada saat dimana kamu akan melepas status itu dengan cara kamu sendiri, mungkin dengan pernikahan atau apapun itu. Setidaknya cara yang kamu tempuh untuk melepas status itu lebih baik dan lebih menjamin dibanding hanya sekedar pacaran. Bukan berarti orang sepertimu tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, bahkan pacaran. Namun saat ini kamu memilih untuk tetap sendiri hingga saat itu tiba. Disaat seperti ini kamu lebih memilih untuk memantaskan dan memperbaiki diri. Kamu lebih memfokuskan diri dengan study atau kegiatan apapun itu yang positif. Itulah mengapa kamu bisa bertahan untuk tetap berada di lingkungan yang sering membully-mu sebagai seorang single.

Dear kamu, yang mengganggap single sebagai aib.

Mungkin kamu beranggapan bahwa menjadi seorang single itu merupakan sebuah aib, ataupun sesuatu yang rasanya enggan untuk kamu terima. Kamu selalu merasa terpojok saat lingkunganmu membahas tentang status. Entah status kamu para single, atau status mereka yang udah taken. Kamu berusaha menarik perhatian lawan jenis dengan berbagai macam cara, berusaha untuk tidak menyandang status single lagi. Namun sadarkah kalian bahwa single itu bukan aib? Bukan sebuah hal yang teramat memalukan. Tidak perlu kamu bersusah payah untuk melepas status itu. Apalagi dengan cara - cara yang justru akan membuat mereka berpikir bahwa kamu haus akan kasih sayang. Percayalah, akan ada seseorang yang akan memandangmu meskipun kamu tidak memunculkan diri. Dialah yang benar - benar akan memberikan kasih sayang yang tulus kepadamu. Lihatlah disekelilingmu, masih banyak hal yang bisa kamu lakukan. Bukan hanya sekedar memikirkan tentang status single-mu itu. Lihatlah mereka yang memilih untuk menjadi single, toh mereka juga bahagia bukan? Mereka tidak merasa terbebani oleh status itu, bukan?
Berusahalah untuk tidak memikirkannya, berusahalah untuk menikmatinya. Karena belum tentu saat kamu udah taken nanti, kamu akan bisa melakukan segala hal seperti saat kamu single saat ini.

So, nikmatilah apapun pilihan kalian saat ini. Karena kesempatan itu tidak berulang.


Move On? Siapa Takut!


Kamu baru putus? Atau udah lama putus? Oh belum sempet pacaran? Tapi udah sayang - sayangan? Terjebak friendzone atau kakak-adik zone atau zone - zone yang lain? Capek gak sih gitu mulu? Sayang sama orang yang udah gak sayang bahkan sama sekali gak pernah ngelirik kita. Duhhh ngenes banget yaaaa u,u

Pengen gak sih keluar dari situasi seperti itu? Aku percaya kok kamu pasti pernah nyoba buat keluar, tapi mungkin masih agak gagal.
Agak gagal? Iya, kadang - kadang masih rada baper bin nyesek kalo tiba - tiba diingetin sama si doi. Iya kan?
Nih aku kasih tips n' trick buat Move On dari situasi seperti itu.

1. Niat

Semua itu bergantung sama niat. Setuju? Kalo kamu ingin memulai melakukan sesuatu, pastikan niatnya terlebih dahulu. Seperti sekarang ini, niatkan di dalam hati kalo kamu bener - bener pengen Move On dari si doi. Usahakan niat ini terjaga dan jangan sampai putus ditengah jalan. Niat ini akan ngebantu semua usaha kamu buat Move On. Pokoknya niat, ya!

2. Dibiasakan, bukan Dilupakan

Banyak yang salah tentang teori melupakan doi nih. Kalau kamu pengen Move On, jangan sekali - sekali kamu coba buat ngelupain doi. Kenapa? Karena semakin kamu berusaha untuk melupakan sesuatu, maka kamu bakalan selalu inget dan sulit untuk lepas dari sesuatu itu. Lalu bagaimana? Cara yang tepat adalah dengan membiasakan diri.
Biasakan diri kamu dilingkungan baru tanpa doi. Biasakan diri kamu melakukan segalanya tanpa doi. Toh sebelum ketemu sama si doi, kamu ngelakuinnya sendiri kan?

3. Kontrol Emosi dan Perasaan

Menurut aku pribadi, ini merupakan hal yang penting namun sulit dijalani. Mengontrol emosi sekaligus perasaan. Mengapa? Karena saat kita marah ataupun senang, perasaan kita akan menyelaraskan diri dengan emosi kita. Kamu pasti pernah marah sama orang terus tanpa disadari kalian jadi benci sama orang itu. Nah itu merupakan akibat dari emosi dan perasaan yang tidak terkontrol. Boleh saja kita marah, namun jangan sampai membenci sesuatu. Hal ini teramat diperlukan apalagi bagi kamu yang *masih* baru putus atau pendatang baru Move On.
Karena kalian pasti akan menghadapi fase dimana kamu masih sering disangkut-pautkan sama doi. Dan ini pasti terjadi apalagi kalo kamu sama doi punya lingkungan yang sama, misalnya satu sekolahan, satu kampus, atau satu kampung. Nah pada saat mengalami fase itu, kamu harus tetep 'stay calm'. Dan yang penting gak usah baper dan inget - inget masa lalu deh! Cukup kalian dengerin, terus senyumin, dan yaudah. Lama kelamaan mereka juga bakalan sadar dan tahu kalau kamu sama doi emang udah gak ada apa - apa lagi.

4. Jangan Lupakan Kenangan

Loh? Kenapa? Karena kenangan itu hanya terjadi sekali seumur hidup, guys. Kenangan juga merupakan salah satu hal yang penting dihidup kita. Boleh saja kamu ingin melupakan seseorang, tapi tidak dengan kenangannya. Untuk saat ini, kamu hanya harus menyimpan semua kenangan itu pada tempatnya. Suatu saat nanti saat keadaan sudah benar - benar berubah, kenangan itu yang akan mengingatkan kamu tentang satu dari berjuta memori yang pernah ada di dalam hidupmu. Kenangan itu gak pernah bisa mati, lho!

5. Jadikan Mantan Sebagai Teman, BUKAN Musuh!

Ini banyak terjadi disekitar kita. Abis sayang - sayangan pas putus saling maki. Yaampuuuun gak banget deh! Sebelum kamu sama si doi sayang - sayangan, kan kalian berdua temenan. Jadi pas abis putus harusnya jadi temen lagi dong. Kamu harus bisa bersikap dewasa dengan tidak membenci dan menghindari dia yang mungkin pernah menyakitimu. Setidaknya tanamkan dalam hatimu kalo punya banyak temen lebih asik dibandingkan nambah musuh, bukan?

6. Mulai dengan Orang Baru

Mulai disini bukan berarti kamu harus sayang - sayangan lagi sama orang baru ya. Maksudnya, kamu harus mulai bergaul dan membuka hati dengan orang - orang yang ada di sekitarmu. Mungkin *dulu* saat kamu masih jadi galau-ers dan belum bisa Move On, kamu gak terlalu peduli dan bersikap acuh sama sekitar. Nah ini saatnya untuk mencoba berkenalan lagi sama mereka. Cobalah hal baru dengan orang baru. Dengan begitu kamu gak bakalan lagi tuh inget apalagi galau sama si doi yang dulu. Lingkunganmu juga udah gak bakal peduli lagi sama apa yang pernah terjadi sama kamu dan doi.

Open your mind, guys! Karena hidup bukan hanya tentang dia!
"Move On-lah sebelum Move On itu kena pajak."


5 Jurus Jitu Mengelola Uang Kiriman Ortu

Kalian anak kos? Jauh dari rumah? Jauh dari kampung halaman dan orang tua juga dong pastinya?
Nah, kalian semua pasti pernah mengalami satu masalah pokok anak kosan yang satu ini. Kehabisan uang kiriman dari orang tua padahal masih pertengahan bulan.
Kalau sudah seperti ini, kalian pasti bakalan kelabakan sendiri. Galau antara makan atau enggak, tapi gengsi dan malu mau minta kiriman lagi. Duhhhh pasti mikir keras deh.
Kali ini aku bakalan ngeshare beberapa jurus jitu yang bakalan ngebantu kalian untuk memaksimalkan penggunaan uang kiriman dari orang tua sampai kiriman selanjutnya dateng.
Cekidot!

1. Pisahkan Uang Kiriman dari Ortu

Yang dimaksud memisahkan disini bukan seperti memisahkan pasangan yang sedang dimabuk cinta ya. Melainkan kalian harus memilah-milah uang kiriman dari ortu itu. Jadi contohnya gini, pisahkan dulu sesuatu yang menjadi prioritas, seperti uang kos dan uang kuliah. Jangan mencampurkan uang kos dan kuliah dengan uang jajan kalian. Dengan begitu uang kos dan uang kuliah akan tetap aman hingga waktunya tiba.

2. Buat Daftar Kebutuhan Hidup

Daftar ini penting banget buat kalian yang sedang belajar menghemat. Kenapaaa? Karena dengan adanya daftar kebutuhan ini, kalian hanya akan mengeluarkan budget sesuai dengan apa yang kalian butuhin aja. Nah secara tidak langsung kalian juga udah belajar mendisiplinkan diri loh!^^

3. Beli Karena Butuh, BUKAN Karena Pengen

Ini yang penting! Belilah barang sesuai dengan kebutuhan kalian, bukan karena keinginan kalian. Bukan berarti kalian gak boleh beli sesuatu yang kalian idam - idamkan ya. Prioritaskan kebutuhan kalian dulu sebelum membeli benda keinginan kalian. Percaya deh, bakalan ada kesempatan kok buat membeli "keinginan" itu.

4. NABUNG

Loh? Kok malah disuruh nabung sih? Iyalahhhh nabung itu penting bangeeeet meskipun kalian hanya hidup dengan uang kiriman ortu yang jumlahnya pas-pasan. Nabungnya gak perlu banyak - banyak kok. Cukup dua atau tiga ribu perhari aja juga boleh. Nah uang tabungan ini yang nantinya bakalan ngebantu kalian disaat - saat tertentu. Contohnya temen - temen kalian ngajakin hang-out bareng, gak mungkin kan kalian minta kiriman ortu lagi? Atau saat kalian pengen membeli barang keinginan kalian. Jadi gak perlu mengusik uang yang udah kalian sisihkan untuk kebutuhan kalian kan?

5. Jangan SEPELEKAN Uang KOIN!!

Ini yang paling sering kalian lupakan. UANG KOIN. Biasanya sih uang kricik ini kita dapetin pas abis jajan di mbak indo**ret dan sejenisnya. Dan biasanya juga nih, uang ini kita anggap remeh dan langsung dilempar kesana - kemari. Ya paling banter cuma ngendap di kantong terkecil dompet kalian. Bener gak? Nah mulai sekarang, coba deh beri sedikit perhatian sama si Koin ini. Tempatkan 'dia' di sebuah mug atau apapun itu yang bisa menampungnya. Saat mug koin itu terisi penuh, kalian bisa menukarkannya ke kios - kios atau warteg disekitaran kos kalian. So? Kalian bakalan dapet uang tambahan yang tak terduga lagi!!
Uang kaget itu bisa kalian gunakan untuk jajan, ditabung atau bahkan ngajak jalan gebetan deh^^

Gimanaaaa? Gampang kan?
Yuk share pengalaman kalian tentang memaksimalkan uang kiriman dari ortu dikolom komentar ya^^