Apa yang kalian pikirkan saat mendengar kata Gili ? Tentunya kalian akan menyebut nama Gili Trawangan. Tapi tahukah kalian kalau di Pulau Lombok sendiri sebenarnya punya banyak Gili?
Gili sendiri sebenarnya mempunyai arti "Pulau" dalam bahasa Sasak. Di Lombok terdapat banyak Gili yang belum banyak diketahui para pelancong bahkan warga asli sekitar.
Selain tiga gili yang sudah amat eksis ( Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air ) yang terletak di Lombok Utara, ternyata ada juga Trio Gili lainnya yang gak kalah eksotis. Yap, Gili Nanggu, Gili Sudak dan Gili Kedis. Merupakan Trio Gili yang terletak di Lombok Barat.
Trio Gili ini mungkin belum begitu terkenal dibanding Trawangan dan kawan-kawannya, tapi keindahannya tidak perlu diragukan lagi.
Nah, pada postingan kali ini aku bakalan ngajak kalian untuk berkeliling ke tiga Gili tersebut.
Pertama - tama, untuk mengunjungi ketiga Gili ini, kita harus menempuh perjalanan darat dari Kota Mataram, melewati Gerung dan Sekotong. Sebenarnya ada beberapa lokasi yang bisa kita gunakan untuk menyebrang hingga ke Gili-Gili tersebut. Namun yang paling umum dan terkenal adalah melalui pelabuhan Tawun. Perjalanan dari pusat kota Mataram ditempuh dalam waktu kurang lebih 1jam. Setelah tiba di pelabuhan Tawun, biasanya kita langsung di datangi oleh para petugas penyewaan kapal penyebrangan. Biaya sewa kapalnya Rp.295.000,- untuk max.6 orang penumpang. Dengan biaya tersebut kita sudah mendapatkan akses untuk mengelilingi ketiga Gili tadi selama satu hari penuh dan dua orang guide di kapal. Tidak mahal jika dibandingkan dengan apa yang akan kita temukan di ketiga Gili tersebut. Dan jangan khawatir gak dapet kapal, karena disini kapal selalu tersedia dari jam berapapun.
Selain itu, kita juga bisa menyewa peralatan untuk snorkeling beserta umpan roti untuk ikan. Biaya sewa alat sebesar Rp.25.000,- per alat ( pelampung, kacamata ). Jadi kalo kalian mau menyewa 1 set alat snorkeling kalian harus membayar Rp.50.000,- . Sedangkan untuk umpan ikan hanya dihargai Rp.5.000,- per botolnya. Sangat terjangkau, bukan?
Saat menyeberang, biasanya para guide kapal mengarahkan kita langsung ke Gili Nanggu. Ini merupakan Gili yang paling besar dibanding dua Gili lainnya.
Lama waktu penyeberangan dari pelabuhan ke Gili Nanggu sekitar 15 menit. Setibanya disana, kita akan disuguhkan oleh hamparan pasir putih bersih lengkap dengan hijaunya pepohonan yang mengisi pulau itu. Lautnya yang bersih dan bergradasi warna hijau serta biru seolah memanggil kita untu segera merasakan kesegaran airnya. KEREN BANGET.
Gili Nanggu
Gili Nanggu tidak seramai dan sepadat Gili Trawangan, tidak ada pedagang apapun disini. Pun tidak ada rumah makan ataupun warung seperti di Gili Trawangan. Pulau ini hanya berisikan pepohonan hijau, beberapa pondok untuk bersantai, dan juga kapal - kapal yang berlabuh dipesisir pantainya. Ada satu penginapan disini, namun hanya menyediakan beberapa kamar saja. Selain itu Gili Nanggu juga dilengkapi oleh beberapa fasilitas umum seperti toilet, mushola kecil, dan juga tempat-tempat sampah. Ohya, disini juga ada kolam penangkaran penyu lho!
Beberapa resort di Gili Nanggu
Di sekitar pantai banyak pelancong baik lokal maupun mancanegara yang ber-snorkeling ria. Ada juga beberapa anak kecil yang sekedar bermain pasir putih sambil mengejar ombak yang datang.
Alam bawah laut Gili Nanggu memang tidak selengkap Trawangan, namun gak kalah KEREN, lho. Gak perlu jauh - jauh, dengan berenang sekitar 100 hingga 200 meter dari bibir pantai kita sudah bisa melihat berbagai macam jenis ikan berenang dengan santainya. Dengan catatan kita harus berenang dengan tenang, agar airnya tidak keruh dan ikan - ikannya gak lari tentunya.
Setelah puas menyicipi segala sesuatu yang ada di Gili ini, kita berpindah ke lokasi Gili kedua, yaitu Gili Sudak.
Gili Sudak
Gili Sudak sendiri sering disebut dengan lokasi Gili singgah, karena memang di Gili ini tidak terdapat apapun. Hanya ada 2 buah Resto yang biasanya dimanfaatkan untuk para pelancong mengisi perut. Sayangnya, permukaan air pantai di Gili ini agak kotor dengan sampah - sampah dedaunan. Namun begitu, airnya tetap jernih dan pasirnya pun putih bersih.
Gili Sudak, agak kotor :(
Selanjutnya adalah Gili yang paling kecil, Gili Kedis. Gili Kedis ini merupakan sebuah pulau kecil yang berukuran sekitar 3-5meter, dan berbentuk hati bila dilihat dari atas. Hanya terdapat kurang dari 5 pohon di Gili ini. Tapi keindahannya tak bisa disepelekan begitu saja. Pasirnya yang halus dan putih, airnya yang jernih, serta beberapa batu besar di salah satu ujungnya membuat pemandangan di gili imut ini patut diacungi jempol. Pantainya sangat bersih. Alam bawah lautnya berisikan banyak terumbu karang yang indah. Lebih indah dibandingkan yang ada di Gili Nanggu, menurutku. Meskipun memang tidak terlalu banyak ikan yang bisa kita lihat, namun eksotisme terumbu karangnya bisa membuat kita lupa daratan. Bagus banget. Tapi kita harus berhati - hati saat ingin bersnorkeling atau berenang karena dari pinggir pantai pun sudah banyak karang yang tajam.
Starfish di Gili Kedis
Ada beberapa tips yang bisa kalian gunakan saat akan berlibur ke Trio Gili ini, diantaranya :
1) Rencanakan waktu perjalanan kalian dari pagi hari, karena saat itu air laut cukup tenang.
2) Jangan lupa untuk menyewa alat snorkeling di pelabuhan, karena di ketiga Gili tidak disediakan tempat penyewaan.
3) Bawa bekal makanan dan minuman yang cukup, karena tidak ada toko ataupun pedagang yang berjualan. Hanya ada resto ( di gili sudak ) namun harganya lumayan mahal.
4) Pakai Sunblock! Kalo gak mau kulit kalian belang.
5) Jangan pulang terlalu sore, karena air laut akan pasang dan ombaknya tinggi banget.
Nih, yang penasaran sama keindahan alam bawah laut Gili Kedis. Check this out, gengs!
Berminat mengunjungi Trio Gili yang indah ini? Tetap jaga kebersihan dan kelestarian semua ekosistem yang ada, ya! ^^
Haloooo! Ketemu lagi di seri postingan Lombok yang ketiga nih. Selain terkenal dengan beragam jenis keindahan pantainya, ternyata Lombok juga terkenal dengan berbagai jenis makanan ang rasanya tak kalah lezat. Kali ini aku bakalan ngasih review tentang beberapa makanan khas yang udah aku cobain disini.
https://id.wikipedia.org/wiki/Plecing_kangkung
Yang pertama adalah "Plecing Kangkung". Mungkin diantara kalian udah gak asing lagi dong dengan makanan yang satu ini? Yap, plecing memang banyak dijumpai tak hanya di Lombok, namun juga di daerah Jawa dan sekitarnya. Awalnya, aku mengira bahwa plecing ini akan sama seperti plecing;plecing lain di daerah Jawa. Ternyata, ini BEDA. Beda banget sama yang biasanya kita makan, lho. Plecing Kangkung disini menggunakan kangkung air yang memiliki batang lebih renyah bila dimasak. Plecing kangkung khas Lombok ini sendiri terdiri dari sayuran kangkung yang direbus, lalu disiram oleh sambal tomat dan biasanya ditambahkan juga beberapa sayuran pelengkap seperti tauge dan kacang panjang. Jangan tertipu dengan warna sambal tomatnya yang berwarna merah muda khas tomat, ya. Karena sambal ini ternyata cukup PEDAS dimulut. Selain itu, keunikan lain dari plecing kangkung khas Lombok ini adalah sayur kangkungnya yang tidak dipotong kecil layaknya plecing pada umumnya, namun justru hanya dibiarkan memanjang tanpa dipotong - potong. Tentunya ini cukup menyulitkan apalagi bagi orang yang belum pernah memakannya. Soal rasa, plecing kangkung ini tidak diragukan lagi, apalagi bagi kalian yang doyan pedas.
Selain Plecing Kangkung, ada satu lagi makanan yang udah aku cobai disini. Namanya Nasi Balap Puyung.
Udah pernah denger, kan? Nasi balap puyung ini memang sudah sangat terkenal bahkan melegenda di kota ini. Konon, nasi puyung ini berasal dari desa Puyung yang berada di Lombok Tengah. Inaq Esun merupakan sang pembuat nasi balap puyung yang terkenal ini memang merupakan penduduk asli desa Puyung. Sudah berpuluh-puluh tahun lamanya nasi balap puyung ini dikenal oleh masyarakat Lombok. Ini juga merupakan makanan yang wajib dicoba bila berkunjung di Lombok, selain ayam taliwang tentunya. Sebenarnya, apasih nasi balap puyung itu? Penasaran? Yuk kita lihat!^^
http://lombok.panduanwisata.id/wisata-kuliner/
Nasi balap puyung ini sebenarnya sangat sederhana. Hanya berisi nasi putih biasa yang dibubuhi lauk ayam suir yang dibumbui oleh cabai dan terasi, kacang kedelai, taburan udang kering dan juga belut goreng. Yang membuatnya istimewa adalah bumbu ayamnya yang super pedas.Rasa pedas nasi balap puyung khas Inaq Esun ini memang tak ada tandingannya. Keunikan rasanya memang beda dibandingkan nasi balap lainnya yang saat ini banyak kita jumpai di kota Lombok. Ini beneran, lho. *berdasarkan pengalaman pribadi*
Nasi balap puyung khas Inaq Esun ini hanya dapat kita peroleh di desa Puyung langsung atau di dua cabangnya, yaitu di Jl.Siwijaya Mataram dan bilangan Plaza Senggigi, Lombok Barat. Makanan yang sudah ada sejak tahun 70an ini hanya dibandrol dengan harga mulai 7rb hingga 10rb rupiah, gengs! Gimana? Terjangkau banget kaaan?
Untuk kalian yang hobi dengan makanan pedas, dua menu makanan diatas wajib banget kalian coba!
Hai! Apa kabar gengs? Baik dong yaa, aku juga baik kok^^
Ohya, ini adalah tulisan ke-2-ku di tanah rantau. Kalo kalian udah baca postingan yang sebelumnya, kalian pasti tau apa yang udah terjadi kepadaku. Nah selama aku PKL di Mataram, aku bakalan ngebuat postingan berseri yang semua isinya tentang cerita di Kota ini. Apapun itu, mulai dari suasana kota, tempat wisata, kulinernya dan curahan hati, tentunya. Namun sebelum kita menggali lebih jauh tentang apa aja sih yang ada di Kota ini, kita harus kenalan dulu nih sama si .
Pada seri Mataram ke-2 ini, aku bakalan ngajak kalian kenalan sama Kota indah nan asri ini.
Menurut sejarahnya, terbentuknya Kota Mataram berlangsung pada 7 periode, yaitu :
Terbentuknya negara Indonesia Timur, dimana Pulau Lombok khususnya Lombok Barat merupakan bagian dari Residensi Bali-Lombok.
Selama berdirinya Negara Indonesia Timur, Daerah Otonomi terbagi dalam 3 wilayah Administrasi pemerintahan setempat. Sedangkan wilayah Pemerintahan Lombok Barat sama seperti saat sebelum terbentuknya Negara Indonesia Timur.
Terbentuknya Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Barat pada tanggal 17 Desember 1958 yang terdiri dari 6 Daerah Swatantra Tingkat II, diantaranya Daswati II Lombok Barat yang terdiri dari 6 kedistrikan dimana kedistrikan Ampenan Barat dikembangkan lagi menjadi 2 kedistrikan, yaitu kedistrikan Ampenan dan Cakranegara. Pada periode inilah (17 Agustus 1959) Kota Mataram menjadi Ibukota Kabupaten sekaligus Ibukota Daerah Swatantra Tingkat I Nusa Tenggara Barat.
Sejak berlakunya UU Nomor 18 Tahun 1965, daerah tingkat II Lombok Barat dikembangkan menjadi beberapa kecamatan. Diantaranya Kecamatan Mataram yang merupakan pemekaran Kecamatan Ampenan dan Cakranegara.
Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 1978 tentang Pembentukan Kota Administratif Mataram yang meliputi 3 Kecamatan (Kecamatan Mataram, Ampenan dan Cakranegara), kemudian pada tanggal 29 Agustus 1978 ketiga kecamatan tersebut tergabung menjadi satu, yaitu Kota Mataram.
Peningkatan status Kota Administratif Mataram menjadi Kotamadya Dati II Mataram berdasarkan UU Nomor 4 Tahun 1993 diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, yaitu Moch. Yogie S Memet pada tanggal 31 Agustus 1993. Wilayahnya meliputi Kecamatan Mataram, Ampenan dan Cakranegara.
Perubahan sebutan Kotamadya Dati II Mataram menjadi Kota Mataram dan beberapa perubahan sebutan lainnya sejalan dengan diberlakukannya UU Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.
Sejak tanggal 31 Agustus 1993, Kota Mataram resmi menjadi Ibu Kota Pemerintah Daerah Kota Mataram, disamping masih menyandang status sebagai Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Jadi sebenarnya Mataram itu dulunya masuk dalam wilayah Lombok Barat, namun setelah beberapa periode diatas akhirnya Mataram menjadi satu wilayah yang terpisah dengan wilayah Lombok Barat.
Nah, tanggal 31 Agustus 1993 ini juga ditetapkan sebagai hari jadi Kota Mataram, lho.
"Hidup ini jangan dibuat susah shaaay! Bentar di Ponbet, bentar di Klaten, bentar di Blitar, bentar lagi di Lombok. Apasihhh semua ini! Hempas datang lagi, hempas datang lagiiiii...."
Udah mirip sama teteh sya*rini belom? Ga bermaksud nge-alay, tapi ungkapan si princess satu ini emang cocok banget buat mengekspresikan kondisiku saat ini.
Kenapaaa? Bayangin aja aku bisa berpindah dari satu daerah ke daerah lain hanya dalam hitungan hari doang! Amazing banget kaaaan?
Satu bulan yang lalu aku masih main ke BxCha*ge mall Tangerang. Tiga minggu yang lalu aku masih main ke Blitar. Dan seminggu yang lalu aku resmi menginjakkan kakiku di Lombok.
Begitu cepatnya waktu berputar, hingga untuk sekedar memikirkan hari esok pun rasanya tak sempat.
Btw aku bukan lagi liburan keliling Indonesia, lho. Bukan lagi ekspedisi untuk mengumpulkan beragam jenis tikus yang ada di Indonesia. Apalagi pergi untuk mencari sang kekasih hati. BUKAAAN!
So, aku ngapain?
Tenang, semuanya bakal aku jelasin.
Mulai dari aku yang di Ponbet, ya. Aku udah setahun menetap di Ponbet, karena aku emang lagi kuliah di STMKG yang letaknya dilingkungan itu. Ohya Ponbet itu Pondok Betung, ya guys. Tepatnya di Tangerang Selatan. Nah, yang kedua aku yang di Blitar. Ngapain aku disana? Kalo yang ini emang liburan. Liburan dalam rangka mengisi kekosongan *bukan kekosongan hati* sembari menunggu kabar PKL. Daaaan pas lagi enak-enaknya menikmati indahnya kota Blitar, aku harus meninggalkannya untuk berpindah ke tempat yang terakhir. Pengumumannya keluar disaat yang tidak tepat bangeeeet u,u
Finally, inilah aku yang di Lombok. Bayangin seorang gadis cilik yang imut-imut dan belum mengerti kejamnya dunia harus merantau (lagi) ke tempat yang tidak ia ketahui sebelumnya. Duh, aku aja sampai sekarang masih ga percaya bisa nyampe di tempat ini. Seneng? Ga juga. Sedih? Lumayan. Kenapaaa?
Banyak yang bilang, Lombok (Mataram) itu enak. Lokasinya bener-bener di pusat kota. Apalagi banyak tempat wisata alam yang the best banget. Tapi tetep aja sampai saat ini, detik ini aku belum bisa sepenuhnya berada disini.
Tidak ada yang salah dari semua statement yang mereka bilang. Pusat kota? Iya. Alamnya? Oke punya. Udaranya masih seger banget dan jalannya mulussss banget. Tapi, tetep aja serasa ada yang kurang. Ya istilahnya ragaku udah disini tapi jiwaku entah kemana-_-
Ini adalah hari ke - 12 ku di sini. Belum genap 2minggu. Belum bisa banyak cerita tentang Lombok, ya. Tunggu aja beberapa minggu lagi, insyaallah. Semoga seiring berjalannya waktu jiwaku bisa berkumpul lengkap bersama ragaku disini.
Siapa sih yang gak kenal sama kota Malang? Kota yang terkenal dengan apel dan baso-nya yang melegenda ini memang merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Timur yang menjadi destinasi wisata para pelancong lokal maupun asing.
Tak heran, kalau di Kota ini banyak terdapat tempat - tempat wisata yang patut untuk dikunjungi. Mulai dari wisata pagi hari, siang, sore hingga malam hari tersedia disini.
Nah ngomong - ngomong tentang wisata malam, di Malang tepatnya di kota Batu terdapat tempat wisata malam yang unik. Batu Night Spectaculer, atau yang disingkat BNS merupakan salah satu tempat wisata malam Kota Batu yang cukup ramai dikunjungi.
BNS sendiri terletak di Desa Oro - Oro Ombo, Kota Batu, Malang. BNS menawarkan berbagai macam hiburan yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat, baik orang dewasa hingga anak - anak.
Tempat ini sebenarnya merupakan lokasi pasar malam yang dikemas secara modern dengan menyuguhkan beberapa wahana yang lagi nge-trend seperti Lampion Garden, Trick art 3D, Cinema 4D, Museum Hantu serta wahana - wahana khas pasar malam pada umumnya.
Jangan khawatir bagi kalian yang menginginkan santap malam karena disini juga tersedia Food Court BNS.
Tiket masuk BNS hanya berkisar 30ribu-an, namun apabila kita ingin memasuki beberapa wahana yang ada di dalamnya, kita harus membayar tiket lagi.
Tempat ini sangat cocok dikunjungi oleh keluarga, maupun pasangan. Teruntuk para jomblo-ers, disarankan untuk membawa teman kalau anda tidak ingin merasa terpojok ditempat ini^^
Hai hai! Maaf udah jarang ngepost nih, soalnya lagi sibuk bangeeet #jangantanyasibukapa
Nah kali ini aku akan ngebahas tentang suatu tempat yang baru - baru ini aku kunjungi di Kota Blitar! Ohya, ngomong - ngomong ini kali pertamaku menginjakkan kaki di kota ini loh^^
Langsung aja yaa kita bahas tentang Kampung Cokelat.
Kampung Cokelat ini sebenarnya dulunya merupakan sebuah lokasi peternakan ayam petelur loh. Namun pada tahun 2004, sebagian besar ayam di peternakan ini terjangkit virus flu burung sehingga menyebabkan kerugian yang besar.
Akhirnya kebun keluarga yang terletak disekitar peternakan yang telah ditanami kakao sejak tahun 2000 menjadi sebuah inspirasi awal oleh sang pemilik. Kebun kakao yang awalnya tidak dirawat itu akhirnya mulai diperhatikan dan ditekuni oleh pemiliknya.
Akhirnya selama beberapa tahun menekuni kebun kakao tersebut, Bapak Kholid Mustofa (owner Kampung Cokelat) mulai mengajak beberapa rekannya untuk membantu dan bekerja sama dalam memasarkan biji kakao ke dalam dan luar negeri. Pada tahun 2013, Bapak Kholid Mustofa dan teman - temannya mulai membuat berbagai olahan cokelat yang terbuat dari cokelat asli kebunnya sendiri.
Hingga saat ini, lokasi kebun tersebut tak hanya menjadi kebun kokoa saja, namun juga telah disulap menjadi tempat wisata edukasi yang ada di Blitar.
Untuk masuk ke dalamnya, kita hanya perlu membeli tiket seharga Rp.5.000-, loh. Murah bukan?
Di dalamnya kita tak hanya bisa menemukan pohon kokoa dimana-mana, namun kita juga bisa menikmati berbagai macam olahan cokelat, mulai dari minuman, es krim, hingga mi cokelat yang tak lazim.
Jangan khawatir akan kelelahan, karena di sini juga disediakan banyak bangku - bangku layaknya cafe. Ada juga kolam yang berisi doctor fish yang digunakan untuk terapi kaki.
Selain itu, disini kita juga bisa mengikuti cooking class untuk menghias cokelat sendiri loh^^
Fyi, disini juga disediakan outlet yang menjual beragam jenis olahan dari cokelat. Cocok banget buat oleh - oleh untuk orang tersayang dirumah nih!
Jadi, kapan mau kesini?^^
Setelah memposting tentang liburan diSemarang, kali ini aku bakalan ngepost tentang lokasi wisata di Kota Bogor yang sempat dikunjungi saat libur ngampus bareng temen-temen. Dikarenakan kami merupakan anak rantau yang menuntut ilmu hingga jauh dari rumah dan waktu libur kampus yang tidak terlalu lama, maka kami mencari solusi agar tetap bisa merasakan liburan di kota orang. Akhirnya, kami memutuskan untuk menjelajahi si Kota Hujan, Bogor.
Destinasi wisata yang pilih adalah "Telaga Warna".
Telaga warna ini terletak di Desa Tugu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Akses ke lokasi ini cukup mudah karena letak jalan masukya berada di pinggir jalan. Namun karena kami yang belum pernah menginjakkan kaki didaerah ini sebelumnya, maka kami pun sempat bertanya kepada warga sekitar tentang lokasi telaga warna ini. Karcis masuk ke dalam Telaga Warna pun relatif bersahabat dengan kantong mahasiswa seperti kami.
Setibanya di lokasi, kami langsug disambut oleh beberapa kera yang memang dibiarkan hidup bebas disini. Kera-kera di tempat ini cukup banyak jumlahnya, dan sepertinye memang sudah tidak asing lagi berhadapan dengan manusia. Kita bisa berinteraksi dengan memberi makanan kepada kera-kera itu karena memang tidak ada larangan untuk memberi makan kera di tempat ini.
Kesan pertama saat mulai memasuki wilayah ini adalah udara khas pegunungan yang segar dan juga pepohonan rindang yang teramat menyejukkan mata. Telaga Warna sendiri terletak dibagian tengah dengan dikelilingi pepohonan rindang serta taman rumput yang cukup hijau. Dipinggir telaga terdapat beberapa buah rakit yang bisa disewa untuk mengelilingi area telaga yang memiiliki air yang sangat tenang.
Selain rakit, disini juga terdapat permainan flying fox yang jalurnya membelah ditengah-tengah telaga. Pemandangan disekitar telaga sangat cocok digunakan untuk mengambil gambar ataupun sekedar berselfie ria. Jangan khawatir bila kalian tidak membawa kamera sendiri, karena disini juga terdapat juru foto yang dengan senang hati akan menawarkan jasa memotret dengan bayaran tertentu.
Setelah berkeliling disekitaran telaga, kami menyempatkan diri juga untuk berjalan-jalan di area kebun teh yang berada disekitaran lokasi telaga warna. Untuk dapat masuk ke kebun teh ini kita tidak dipungut biaya lagi, alias gratis. Pemandangan daun teh yang terhampar dihadapan kami seketika menghilangkan rasa letih yang sejak tadi kami rasakan. Udara bersih dan sejuk, serta kabut yang mendinginkan pipi membuat kami betah berlama-lama dilokasi ini.
Setelah benar-benar puas menikmati keindahan di kebun teh ini, kami memutuskan untuk kembali beranjak pulang dengan harapan kelak dapat kembali lagi ketempat ini. Entah bersama dengan orang yang sama lagi atau tidak.
Siapa yang tidak mengenal Dufan? Ya, Objek wisata yang satu ini memang sudah sangat terkenal di Indonesia. Beragam jenis wahana permainan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tapi apakah kalian tahu bahwa selain Dufan, ada beberapa tempat wisata yang memiliki konsep yang hampir sama?
Pesisir Pantai Tanjung Kodok
Wisata Bahari Lamongan, atau biasa disingkat dengan WBL merupakan salah satu diantaranya. Obyek wisata ini berada di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. WBL dibangun diarea Pantai Tanjung Kodok, yang berada di Pesisir Utara Pantai Jawa. Obyek wisata ini WBL menawarkan beragam jenis wahana permainan yang bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Tak hanya itu, Wisata Bahari Lamongan juga terhubung dengan beberapa tempat yang wajib untuk dikunjungi, seperti Goa Maharani dan Maharani Zoo, yang merupakan kebun binatang dengan koleksi binatang yang cukup lengkap dan beragam.
Salah satu koleksi binatang di Maharani Zoo
Goa Maharani
Wisata Bahari Lamongan ini menggabungkan konsep antara wisata bahari dan dunia wisata. Berdiri di area seluas 11 hektare, di sini juga tersedia Pasar Ikan Segar, Pasar Buah, dan juga Pasar Souvenir yang akan memanjakan para pengunjung. Fasilitas yang ada di WBL juga sangat lengkap, mulai dari tempat parkir kendaraan yang memadai, ATM, tempat makan yang beragam, Masjid, Klinik, serta Toilet.
Ohya, jangan khawatir bagi para pemuja sosial media, karena disini kalian juga bisa menikmati layanan WiFi gratis tanpa batas.
Mungkin sebagian orang belum terlalu mengenal tentang keberadaan Kota Lama Semarang. Tempat ini memang kalah populer dengan tempat serupa seperti Kota Tua yang ada di Ibukota Jakarta. Namun, bagi mereka yang berdomisili di sekitar Kota Semarang pasti sudah tak asing lagi dengan tempat ini.
Ya, Kota Lama Semarang memang terletak dipusat Kota Semarang yang sangat mudah untuk diakses. Kota ini memiliki nuansa bangunan Eropa yang kental. Seluruh bangunan yang ada di kawasan Kota Lama Semarang ini merupakan peninggalan kolonialisme Belanda pada abad 19-20. Dulunya, kota ini merupakan sebuah pusat perdagangan yang sangat maju pada masanya.
Di kawasan ini ada sebuah bangunan Gereja yang memiliki arsitektur menarik. Gereja Blenduk, yang memiliki nama asli Nederlandsch Indische Kerk ini merupakan satu - satunya gereja yang ada di kawasan Kota Lama Semarang. Gereja ini dibangun pada tahun 1753 dan masih difungsikan sebagai tempat peribadatan hingga saat ini. Gereja Blenduk ini memliki bentuk kubah besar berwarna merah bata yang terbuat dari perunggu serta dua menara di depannya. Masyarakat pribumi yang kesulitan melafalkan kalimat dalam bahasa Belanda pun akhirnya menamainya Gereja Blenduk. Namun saat ini Gereja Blenduk telah berganti nama menjadi Gereja GPIB Immanuel.
Sekarang kita akan
melihat tempat bersejarah peninggalan masa lalu yang terletak di daerah Simongan, sebelah barat dayaKota Semarang.
Yap, KlentengSam Poo Kong.
Tempat ini dulunya merupakan sebuah persinggahan dan
pendaratan pertama seorang Laksamana Tiongkok beragama islam yang bernamaZheng He ( Cheng Ho ).
Bentuk
bangunan klenteng ini memang sama seperti klenteng - klenteng lain, dengan
keseluruhan berwarna merah khas bangunan China. Bangunan ini awalnya merupakan
sebuah masjid yang dibangun olehLaksamana
Cheng Ho. Namun karena bentuk bangunannya menyeruoai klenteng, akhirnya
kini bangunan tersebut difungsikan sebagai klenteng. Hingga saat ini, KlentengSam Poo Kongmasih digunakan sebagai tempat
beribadah bagi mereka yang beragama Kong Hu Cu. Meskipun sebenarnyaLaksamana Cheng Homerupakan seorang muslim, namun ia
dianggap sebagai dewa yang dapat menolong mereka.
Selain
sebagai tempat beribadah, klenteng ini juga sering digunakan untuk melakukan
berbagai event dan juga tempat wisata bagi orang - orang yang berbeda
keyakinan. Tak hanya dari Indonesia saja, ternyata banyak pula turis
mancanegara yang sering berkunjung ke tempat ini. Kebanyakan dari mereka
berasal dari China, Rusia dan Brazil. Namun banyak juga yang berasal dari
negara lainnya.
Hal ini
membuktikan bahwa Klenteng Sam Poo Kong sudah terkenal hingga mancanegara.
Kali ini aku akan membahas tentang tempat wisata yang ada di Kota Semarang.
Kita mulai dengan mengulik sebuah pantai yang sudah cukup terkenal di kota ini, Pantai Marina.
Pantai Marina yang dulunya merupakan sebuah hutan bakau dan tambak, kini menjadi tempat rekreasi keluarga yang cukup difavoritkan bagi warga Kota Semarang. Pantai yang letaknya cukup strategis ini memang memiliki panorama yang eksotis khas Kota Semarang. Disini kita bisa melakukan beberapa aktivitas eperti berkeliling pantai dengan perahu, memancing, atau sekedar bersantai di sekitaran pantai. Jangan khawatir akan kelaparan disini, karena banyak sekali pedagang kaki lima yang berjejer disekitaran pantai yang menjajakan beragam jenis makanan.
Fyi, pantai ini juga merupakan salah satu spot yang bagus untuk menyaksikan matahari terbenam lho. Tak heran bila menjelang sore hari pantai ini akan lebih ramai oleh para pengunjung yang ingin menyaksikan sunset.
Disekitar pantai juga tersedia penginapan bagi kalian yang ingin menginap dan menghabiskan malam dipantai ini.
Assalaamu'alaikum. I'm Danis, 20 y.o. Addicted about sunshine, sunrise, travelling, and you. Be sure to visit my socmed for another information^^ Wassalaamu'alaikum.